Selamat Datang di BnR Award 2013

Standar

Ajang Unjuk Prestasi Paling Bergengsi
naskah : prayogi waluyo foto : ikrom

H. Elviano, Ketua Panitia BnR Award 2013

H. Elviano, Ketua Panitia BnR Award 2013


BnR Award merupakan ajang tanding burung-burung jawara beken se-nusantara akan digelar, di Wiladatika Cibubur, Minggu (20/01). Sebanyak 2.317 tiket sudah terjual pada kalender 10 hari menjelang pelaksanaan. Ini merupakan respon positif kicaumania terhadap BnR Award yang sudah kali kedua digelar Yayasan BnR Pusat sebagai ajang paling bergengsi perebutan kejuaraan

Ketua Panitia BnR Award, H. Elviano, menjelaskan untuk kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan lomba BnR Award, pihak panitia sudah melakukan rapat evaluasi akhir. Rapat yang dipimpin langsung Bang Boy selaku pendiri Yayasan BnR membahas segala persiapan yang sudah dilakukan panitia. Termasuk teknis pelaksanaan di lapangan.

Masih kata Elviano, ada beberapa poin keputusan hasil rapat yang dilaksanakan di kantor BnR jalan Gunung Sahari 93 Jakarta Pusat, Sabtu, (12/01). “ Keputusan rapat tersebut mengacu segala pertimbangan baik dari panitia maupun masukan kicaumania. Tujuannya selama dalam pelaksanaan lomba berjalan lancar dan meminimalisir persepsi kicaumania adanya kecurangan yang dilakukan panitia,” terang Elviano.

Berikut lanjut Elviano membeberkan hasil keputusan rapat, pertama – masing –masing tiket kelas BOB akan dibagikan tiga sesi menjelang kelas jenis burung tersebut digelar. Semua sangkar di kelas BOB harus menggunakan sangkar standar BnR tanpa adanya tambahan aksesoris lainnya. Kedua – penentuan nama sebagai SF atau BC untuk merebut juara umum paling lambat diterima panitia pada Sabtu, (19/01). Peserta tidak boleh mengubah atau mencoret status nama sebagai SF atau BC saat di lapangan. Penentuan juara umum diambil dari total poin juara I terbanyak.

Selanjutnya yang ketiga – pemakaian tangkringan hanya boleh dua yang berada di dalam sangkar. Mengenai model penempatan bisa atas-bawah atau melintang. Namun yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan penjurian tidak diperbolehkan tempat minum dan pakan berada di dalam sangkar.

Sedangkan poin keempat – adalah panitia memutuskan tempo pergantian warna lampu dari warna hijau – kuning – merah hanya 10 detik. Artinya tempo yang dimiliki kicaumania untuk segera menggantang burung cukup 30 detik. Selanjutnya pemilik burung harus segera meninggalkan arena. Tujuannya kelancaran durasi waktu penjurian sesuai jadwal dan adanya sportivitas sesama kicaumania supaya tidak saling menunggu untuk menggantangkan burung jagoannya.

H. Elviano menambahkan dalam pelaksanaan penjurian di BnR Award kali ini pihak panitia melakukan terobosan. “ Hasil rekap pengajuan burung yang masuk nominasi yang diusulkan masing-masing juri, Korlap dan IP akan ditempel di papan bersama hasil rekap penilain burung. Tujuannya supaya kicaumania tahu juri-juri yang telah mengusulkan burung yang masuk nominasi,” jelas Ketua BnR se-Jawa ini.

Sedangkan lomba akan dibuka langsung oleh Sutiyoso selaku Pembina Yayasan BnR Pusat sekitar pukul 08.30. Selanjutnya pukul 09,00 lomba dimulai. “ Pengambilan tiket dimulai pukul 11.00 di kantor BnR Jalan Gunung Sahari No 93 Jakarta Pusat dan disaksikan masing-masing perwakilan SF dan BC. “ Mohon ketentuan panitia ini diperhatikan oleh semua kicaumania. Bilamana ada peserta yang terlambat menggantangkan maka oleh panitia dianggap telah mengikuti lomba. Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan apapun alasannya,” kata Elviano mengingatkan.
Jayakarta Team vs Sumatera Team

Sementara hasil pantauan wartawan BnR, bahwa gelaran BnR Award dipastikan menjadi ajang gengsi kicaumania papan atas dalam meraih kemenangan. Gaung yang sudah menggema se-nusantara adalah Jayakarta Team dan Sumatera Team bakal bersaing ketat berebut kejuaraan di posisi bergengsi untuk merebut juara umum. Laskar burung – burung handal untuk bisa lolos menyabet juara I nampaknya sudah dipersiapkan masing-masing kedua team.

Sebagai tuan rumah kiranya Jayakarta Team akan berjuang keras mempertahkan bahkan akan mematahkan gempuran khususnya dari Sumatera Team. Namun perlu menjadi catatan bagi Jayakarta Team, bahwa Sumetera Team patut menjadi perhitungan. Pasalnya kehandalan burung – burung jawara milik personil Sumetara Team sudah terbukti di pelbagai gelaran lomba bergengsi hampir setahun terakhir ini menjadi bintang.

Beberapa kicaumania lawas yang mengamati persaingan Jayakarta Team dan Sumetera Team kelak di BnR Award mengatakan keduanya memang hebat. Namun beda era. Kehebatan Jayakarta Team diakui beberapa tahun silam yang terbukti menumbangkan kekuatan Bandung, Jatim dan Jateng di even paling bergengsi kala itu. Yang menjadi pertanyaan publik, akankah Jayakarta Team bisa mengulang era kejayaannya seperti pada tahun 1998 sampai tahun 2009 ?

Persaingan sengit juga akan terjadi di masing-masing personal kicaumania yang memiliki burung – burung handal di masing-masing kelas. Sebut saja kelas yang kerap dibilang sebagai kelas partai neraka adalah kelas kacer, murai batu. Di kelas inilah persaingan sengit jawara se-nusantara tumplek blek bersaing berebut di peringkat pertama. Selain itu di kelas lovebird, cucak hijau juga tak kalah sengit.

Menyikapi fenomena persaingan bakal sengit, Bang Boy, Pendiri Yayasan BnR Pusat sekaligus Penanggung Jawab Lomba mengatakan, yang penting dalam mengikuti lomba tersebut harus berjiwa sportif menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan. “Lomba bukan ajang persaingan pribadi antar kicaumania. Namun sebagai ajang menjalin hubungan baik tali persahabatan,” tegas orang nomer satu di BnR, seraya mengucapkan selamat datang dan selamat berlomba. (prayogi waluyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s