Rintangan, Cucak Rowo Gedongan Moncer di Lomba

Standar

teks & foto : prayogi waluyo

Rintangan. Itulah nama cucak rowo yang moncer sebagai juara I di lomba Indonesian Bird Champion 2012, di lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/11). Penampilan yang tenang bertengger di atas tangkringan sambil melantunkan lagu yang dibawakan secara ropel membuat juri dan penonton terkesima. Itulah poin bagi Rintangan dalam meraih kemenangan.
Kemenangan yang ditorehkan Rintangan, membuat senang Chandra selaku pemilik sekaligus yang merawat setiap harinya. Di rumah gedongan di wilayah Joglo, Jakarta Barat, tempat tinggal Chandra itu pula burung cucak rowo yang bernama latin Pycnonotus Zeylanicus senantiasa menghibur Chandra bersama keluarga dengan suara lagu yang begitu enak didengar.
Ada kepuasan sangat luar biasa yang bisa dirasakan Chandra memelihara sekaligus merawat cucak rowo. Selain setiap hari merasa terhibur dengan kicauannya, juga ketika dilombakan bisa menyabet juara. Apalagi karakter Rintangan tergolong cucak rowo yang punya jiwa tarung cukup tinggi. Di rumah rajin berkicau dan saat dilombakan pun tetap stabil. Bahkan tampil makin memukau bila dikelilingi para cucak rowo jawara. Umumnya cucak rowo yang rajin berkicau saat di rumah, ketika dilombakan menjadi gembos.
Sejak Rintangan diboyong ke rumahnya setelah menang sebagai juara II di Presiden Cup II, hubungan emosional Chandra dengan Rintangan sangat akrab. Setiap hari secara tulus setelah bangun pagi ia merawat Rintangan. “ Kalau merawat burung secara tulus akan berdampak postif kepada burung. Serasa ada sentuhan batin antara burung dengan pemilik,” ujarnya.
Bahkan, lanjut Chandra saat istirahat malam, Rintangan ditempatkan di kursi ruang kerjanya yang sejuk ber-AC. “ Kalau saya datang dari pulang kerja, Rintangan nampak manja di hadapan saya. Hal itu juga sama seperti lovebird dan anis kembang yang saya koleksi,” tuturnya seraya menambahkan ada 3 ekor lovebird, dan 3 ekor murai batu serta 1 ekor anis kembang yang menjadi kesayangannya.
Enaknya lagi, kata, Chandra, perawatan harian Rintangan tidak ribet. Kalau mandi cukup disemprot kecuali hari Sabtu atau Minggu dimandikan di bak mandi keramba. Sedangkan makanan buah pisang dan pepaya serta jangkerik. “Pokoknya enak kalau memelihara burung, juga sekaligus merawat sendiri. Ada kepuasan dan kebanggaan bila burung yang kita rawat bisa moncer di lomba,” kata Chandra menegaskan rawatlah burung kesayangan kita dengan penuh kasih sayang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s