Menuju BnR Award 2013

Standar

Jatim Terkendala Jasa Angkutan KA
teks & foto : prayogi waluyo

Akiat Tim ABS Surabaya

Budi Robot Surabaya


BnR Award dipastikan kembali digelar 20 Januari 2013. Meski masih kurang tiga bulan namun sudah menjadi bahan pembicaran hangat seluruh kicaumania di negeri ini. Gengsi cukup tinggi bisa meraih kemenangan merupakan sebuah kebanggaan bagi para pemilik burung jawara paling handal. Mengapa demikian? Sangat simple saja. Para jawara se-nusantara dipastikan tumplek blek unjuk kehebatan dalam pertarungan sengit yang dipastikan terjadi di even kali kedua gelaran Yayasan BnR Pusat.

Respon kicaumania kembali tertarik mengikuti gelaran spektakuler itu setelah secara resmi Yayasan BnR Pusat melalui iklan di tabloid BnR menyatakan BnR Award diselenggarakan di Jakarta. Pasalnya sempat beredar akan diselenggarakan di Sumatera. Hal inilah yang menjadi ciut nyali beberapa kicaumania untuk meluruk ke Bumi Borneo. Nampaknya kondisi yang demikian sontak direspon Yayasan BnR Pusat untuk mengubah lokasi penyelenggaraan BnR Award.
Perbincangan perihal gelaran BnR Award yang kian menghangat itu dapat dijumpai di pelbagai tempat mangkalnya kicaumania tak terkecuali di tempat latber maupun lomba. Mereka tak hanya tertarik pada kemasan yang disajikan panitia namun kebanggaan sangat luar biasa bisa lolos sebagai juara kiranya menjadi alasan utama para kicaumania ikut di even yang bakal digelar di Taman Wiladatika Cibubur.
Melihat respon yang sangat tinggi dari kicaumania kiranya harus disikapi panitia secara serius. Panitia justru tidak harus bangga atau terlena. Panitia justru harus banyak memperhatikan pelayanan yang terbaik untuk diberikan kepada kicaumania yang menyatakan akan hadir.
Henry ABS Surabaya, misalnya. Pemilik burung Anugrah jawara di kelas kacer dan Doktor di kelas cucak hijau sangat berharap kepada panitia agar membantu kelancaran transportasi melalui jasa kereta api. Pasalnya beberapa bulan terakhir, kicaumania tidak bisa melakukan perjalanan menggunakan kereta api dengan membawa burung dalam sangkar dari Surabaya – Jakarta dan sebaliknya.
Fakta ini, kata Akiat si pemandu bakat burung jawara milik Henry ABS jelas sangat merepotkan kicaumania. “ Jika kita akan ikut lomba di Jakarta kita harus menggunakan kendaraan pribadi atau pesawat terbang. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan. Jika naik pesawat cukup mahal ongkosnya sehingga tidak membawa burung dalam jumlah banyak. Sedangkan naik kendaraan pribadi sangat berpengaruh terhadap kondisi stamina burung,” ungkap Akiat.
Hal senada juga disampaikan Ambon si joki burung koleksi Rudi Menanggal Surabaya. Ia mengaku cukup membawa satu ekor saja jika harus naik pesawat terbang. “ Kita bisa membawa lebih dari satu apabila burung yang akan kita bawah benar-benar berkualitas dan peluang meraih juara bisa berpeluang besar. Jika tidak siap mending burung tersebut tidak dibawa,” terangnya.
Sedangkan Dion Gua Gong, asal Malang, lebih menegaskan terhadap permasalahan kualitas juri dan pakem penjurian. “ ini tugas berat bagi panitia dan Yayasan BnR Pusat untuk mengkonsep segala tata cara lomba di BnR Award dan pakem sistem penilaian masing-masing jenis burung. Karena tidak semua peserta yang akan ikut sudah memahami sistem penilaian,” ungkapnya.
Masih kata Dion, apalagi bobot gengsi BnR Award cukup membanggakan bagi para kicaumania. “ Tapi saya yakin konsep yang diterapkan Bang Boy sudah bagus, dan semoga jajaran yang dibawah bisa dipahami sekaligus dalam pelaksanaannya kelak di lapangan,” terang pemilik cendet dan murai batu jawara yang rajin mengikuti gelaran lomba BnR.
Sementara Akiat juga optimis kalau Bang Boy bisa mencarikan solusi yang menjadi kendala kicaumania blok timur yang akan hadir di BnR Award. “ Kalau Bang Boy sendiri yang langsung menangani saya yakin Bang Boy bisa,” ujar Akiat berharap kendala yang pernah dialaminya ketika hadir di lomba Achilles beberapa bulan lalu tidak bisa segera pulang ke Surabaya lantaran pihak stasiun Gambir menolak penumpang yang membawa burung beserta sangkarnya tidak lagi terjadi di BnR Award.
Sedangkan Budi Robot, hanya menyatakan siap untuk hadir bersama para kicaumania Jawa Timur. “ Kalau saya lebih sering berangkat ke Jakarta menggunakan kendaraan pribadi,” terangnya singkat. “ Kicaumania Jawa Timur sudah banyak lho yang menyatakan hadir di BnR Award,” kata Akiat menimpali Budi Robot.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s