Latber Tanpa Hadiah Mulai Diminati

Standar

Tempat latber Kalibokor Surabaya kini tanpa juri dan hadiah (prayogi waluyo)


teks & foto : prayogi waluyo =
Ada fenomena kontroversi di dunia perburungan Jawa Timur khususnya Surabaya. Kota Surabaya yang dikenal sebagai kota seribu latber ini ada aktifitas gelaran yang cara pengelolaannya berbeda. Kegiatan rutin tersebut murni mengadakan latihan bersama (latber) bukan latihan berhadiah seperti di tempat latber pada umumnya.
Kalibokor. Di tempat inilah penghobi maupun pelomba burung berkicau Surabaya sekitarnya bisa melatih mental tarung burung kesayangannya. Panitia tidak menyediakan juri untuk menilai dan menentukan juara serta memberi hadiah kejuaraan. Cukup bayar Rp 2000 per sangkar si pemilik burung bisa menggantang bersama-sama dengan para pemilik burung lainnya.
Selanjutnya para pemilik burung dengan kondisi santai bisa mengamati perkembangan penampilan burung kesayangannya saat bertarung dengan burung lainnya. Kegiatan seperti ini juga menjadi ajang jual beli burung. Alhasil tempat latihan bersama di Kalibokor yang berada tidak jauh dari Pasar Pucang menjadi ramai dikunjungi penghobi maupun kicaumania.
Alwi Bendol, si pengelola mengaku ia harus banting setir menerapkan sistem latihan harian bersama. “ Sudah terlalu ribet mengelola latihan berhadiah di Surabaya. Mending membuka latihan harian bersama. Tanpa juri, tanpa hadiah,” terang Alwi yang membuka latihan bersama setiap hari Senin hingga Sabtu.
Masih kata Bendol, bahwa membuka latihan harian bukan kali pertama ini. “ Sebelum latihan berhadiah marak digelar di Surabaya, saya sudah membuka latihan harian dan berkembang ke sistem latihan berhadiah. Ada tiket pendaftaran, ada juri dan ada hadiah bagi pemenang sesuai ketentuan,” ujarnya.
Dengan sistem seperti ini lanjut Bendol, ia tidak berisiko harus membayar honor juri dan mengeluarkan anggaran lagi untuk hadiah. Dan jumlah panitia yang terlibat tidak terlalu banyak termasuk kebutuhan alat tulis sudah sangat minim bahkan tidak lagi membutuhkan alat tulis.
“ Tujuan utama adalah memberi ruang bagi semua penghobi baik penghobi rumahan, pemula hingga pelomba kalau hanya sekadar melatih mental dan mengetahui perkembangan kondisi burung, misalnya usai ngurak bisa datang di sini. Burung yang digantang di sini cukup beragam kondisi dan kualitasnya namun tidak berpengaruh terhadap mental masing-masing burung menjadi rusak,” paparnya.
Sementara keberdaan tempat latihan Kalibokor memang diakui publik kicaumania, bahwa di Kalibokor cikal bakal adanya latihan burung hingga berkembang dikemas serupa dengan lomba. “ Kali pertama di wilayah Surabaya sekitarnya yang membuka latihan burung adalah Kalibokor yang kala itu memanfaatkan ruang bekas gedung biskop Kalibokor,” ujar Dimar dan Pesek yang kala itu juga ikut sebagai motor penggerak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s