Burung Kontes Bebas Flu

Standar


penulis : prayogi waluyo
Ada puluhan jenis burung yang dikonteskan. Apakah jenis burung-burung tersebut sudah terbukti sebagai suspect (tersangka, red.) positif flu burung? Belum ada satupun data yang dinyatakan positif sebagai suspect flu burung. Jadi, secara kasar dapat diasumsikan bahwa jenis-jenis burung yang dikonteskan bebas dari flu burung.

Flu burung itu hanya sebuah istilah saja. Nama sebenarnya adalah avian viruse, atau bisa diterjemahkan menjadi flu unggas. Jadi bukan berarti semua burung itu menjadi suspect (tersangka, red.) atas menularnya virus flu burung. Yang terpenting, para penghobi burung harus lebih memperhatikan kesehatan dan kondisi lingkungan sekitarnya.
Mengapa burung kontes bebas flu dan jenis kicauan yang bebas sedangkan perkutut harus waspada.? Burung kicauan dan perkutut yang dikonteskan mendapat perlakuan sangat ekstra. Mulai mandi, kebersihan, menjemur hingga pemberian pakan kaya gizi dan vitamin sudah jadi tradisi yang dilakukan hobiis setiap hari. Perlakuan tersebut tidak bagi perkutut dan kicauan yang ada di dalam kandang ternak.
Tradisi sehari-hari yang dilakukan penghobi sudah sejalan dengan saran pemerintah, para dokter hewan yang disampaikan melalui penyuluhan maupun di media masa cetak dan elektronik. Bahkan sebelum saran itu disampaikan perlakuan tersebut sudah menjadi kebiasaan penghobi burung.
Dengan pola perawatan yang intensif tersebut, kiranya para penghobi burung paling siap dalam menangkal penyebaran virus ganas yang telah bikin panik di negeri ini. Mengapa? Burung kontes rutin diberikan multivitamin sekali sehari, sangkar dan tempat pakan dibersihkan dua kali sehari pagi – sore seiring memandikan.
Pakan yang disuguhkan tidak sembarang. Kroto, jangkrik maupun ulat hongkong sebagai menu esktra benar-benar bersih. Menu tersebut setiap hari diganti baru dan masih fresh. Bagi burung yang doyan buah-buahan juga mendapat perlakuan yang sama. Setiap hari buah yang diberikan selalu baru seperti pisang kapok, papaya maupun apel.
Kalau ada tudingan melalui kontes virus ganas bisa menyerang ? Sewaktu burung diikutkan kontes dapat dipastikan dalam kondisi stamina prima. Buat apa menerjunkan burung yang kondisinya drop. Bukan berlebihan, namun patut dicatat kalau burung yang diikutkan kontes termasuk perkutut harganya cukup mahal. Tidak sedikit yang punya burung setara dengan mobil mewah. Jelas cara merawatnya tidak sembarang
Namun penghobi perlu memahami, untuk menangkal virus flu burung tidak sebatas sanitasi pada burung dan tempat atau kandang untuk memelihara burung. Lingkungan juga dapat sebagai media penularan atau penyebaran. Selain itu, penghobi juga harus mengubur seluruh kotoran burung piaraannya. Juga perlu menggunakan desinfektan dan memberikan juga vaksinasinya.
Agar mendapatkan informasi formula yang tepat, sebaiknya para penghobi burung konsultasi ke dinas pertanian. Jangan spekulasi dengan membeli obat-obatan yang mungkin belum jelas kegunaannya ke burung. Mengingat sekarang banyak vaksinasi yang dijual bebas dan mengatakan kalau cocok untuk mencegah atau menyembuhkan flu burung.
Selain itu, untuk sementara pemberian pakan ulat kandang untuk burung dihindari. Ulat kandang itu berasal dari tumpukan sampah ayam potong. Padahal, pupuk kandang juga berpotensi besar untuk menularkan virus flu burung.
Hal itu dapat merujuk peristiwa korban flu burung dari keluarga Iwan Siswara – Tangerang. Mereka meninggal akibat penularan virus H5N1 (sebutan virus flu burung, red.) dari pupuk kandang dan bukan ketularan dari unggas atau burung.
Sebaiknya komunitas penghobi burung perlu mengadakan sambung rasa dengan pihak-pihak yang terkait penanganan flu burung. Sehingga, akan ditemukan masalah dan solusinya secara jelas. Pada prinsipnya, semua instansi sangat senang bila dapat berhadapan langsung dengan komunitas masyarakat yang rentan penularan virus flu burung itu. * prayogi waluyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s