Iwan Garut si Pencetak Anis Merah Jawara

Standar


penulis : yudi
Hobi main burung dilakoni Iwan Sugandi sejak 16 tahun lalu, dan tampil di arena kontes sejak pertengahan 1995. Belajar mencari ilmu merupakan guru yang terbaik. Begitu juga yang dilakoni pria kelahiran Garut 46 tahun lalu dikediamannya di Wanaraja Garut berkumpul anis Merah baik yang masih anakkan maupun yang sudah mapan.

Iwan Sugandi dimata kicaumania khususnya mania anis merah sudah tak asing lagi. Keseriusannya bergelut di anis merah dilakoninya dengan serius. Hasil pembelajaran yag cukup lama di anis merah ternyata membuahkan hasil yang cukup baik, walaupun terbilang sulit mengatasi burung yang punya seribu satu adat ini, akan tetapi baginya justru suatu tantatangan yang harus mampu atau tidaknya menampilkan anis merah yang handal di lapangan.

Bakat, kesabaran, ketelatenan yang dimiikinya ternyata tidak sia-sia, burung dibeli masih anakan usia 2 bulan keatas, terkadang burung prospek, akan tetapi masih memerlukan proses yang pada akhirnya menjelma menjadi burung dan istimewa dilapangan.

Maka tak heran bolak balik mencari burung yang dianggapnya memenuhi kriteria siap untuk dilombakan. Wilayah Jabar sampai ke pelosok, bahkan Jawa Tengah sampai Jawa Timur terus dicari burung punya prospek yang kualitasnya bisa sampai ke nasional.

Di tahun 2010 sampai 2011 ini, kualitas burung anis merah handal agak kurang dan perbedaannya cukup menyolok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Walaupun begitu tetap saja Iwan mampu mencetak jawara-jawara handal. Julukan si pencetak burung handal pantas dialamatkan pada sosok Iwan Garut yang terus mencetak anis merah cukup istimewa.

Burung usia 5 sampai 6 bulan sudah teller dan jarang sekali ditemui oleh mania anis merah untuk mencetak burung handal. Anakan yang diolah Iwan Garut, rata-rata mempunyai kualitas yang bisa diandalkan. Tak heran dari tangan dingin seorang Iwan, sudah tak terhitung burung berkualitas yang telah dilepasnya.

Nama sekelas Kuda Lumping milik Pras dari Jakata asal mulanya milik Iwan, Ciklet milik H. Bambang dari Jakarta, Becker yang dilepas ke Surabaya, jawara-jawara milik Kimpen Tasikmalaya, Afung Cikampek, Sin Ronnie bahkan sampai ke Kalimantan Jawara-jawara berkelas yang mengorbit dari tangan Iwan.

Mata pencaharian sehari-hari lebih banyak di anis merah, menjadi harga mati terus berjuang untuk bisa menafkahi keluarganya. Bakat, keberanian serta kejujuran, menjadi salah satu kunci sampai saat ini Iwan sangat disegani dan dipercaya dikalangan kicaumania sebagai penyuplai anis merah dari Garut yang handal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s