Melangkah Bersama Melestarikan Kacer

Standar

oleh : prayogi waluyo

Mendengar nama Kacer, masyarakat perburungan seketika menghela napas berat karena keberadaan burung kecintaannya itu sekarang semakin tersingkir dari ranah kehidupannya.
Di hutan-hutan, para pemburu bergerak semakin liar menangkapi burung penyanyi tersebut sehingga populasinya menurun drastis. Terjadinya alih fungsi lahan menjadi kawasan pemukiman juga menjadi faktor yang menjadikan Kacer kehilangan habitat.

Sebuah survey menunjukkan bahwa burung merupakan hewan peliharaan yang paling popular. Rata-rata 1 dari 5 rumah tangga memelihara burung dan kurang dari setengah burung-burung tersebut adalah hasil tangkaran sementara sisanya ditangkap dari alam.

Dalam dekade terakhir sering terbetik berita adanya penangkar- penangkar burung yang berhasil menetaskan Kacer. Hanya saja penangkaran yang tumbuh secara parsial perlu diimbangi dengan strategi yang bersifat integral.

Fase pertama dari program ini bertujuan untuk untuk membangun pemahaman yang menyeluruh baik dalam skala pemeliharaan burung, aspek sosial, budaya dan dimensi ekonomi dunia hobi. Juga melibatkan pihak-pihak yang terlibat dan jaringan hobi burung, serta menggalakkan penangkaran burung seraya menerbitkan sertifikasi penangkaran.

Disamping itu perlu juga menggelar aksi kemanusiaan dengan melakukan pendampingan pada masyarakat di tepi hutan untuk melakukan penangkaran. Dengan demikian alasan kemiskinan yang sering dijadikan pembenar berbagai tindakan ilegal akan dapat diminimalisir karena secara ekonomi hasilnya memang cukup menjanjikan.

Sebuah studi menunjukkan akan pentingnya hobi pemeliharaan burung di dalam budaya masyarakat perkotaan karena mampu memberi kontribusi secara signifikan terhadap perekonomian. Secara spesifik, perdagangan burung menciptakan banyak sumber pendapatan mulai dari pembuatan sangkar, pengumpulan pakan hidup maupun penangkaran burung.

Sayangnya, hobi pemeliharaan burung saat ini menyebabkan setiap tahun terjadi penangkapan jutaan burung dari alam bebas sehingga sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan populasinya. Oleh sebab itu perlu ditingkatkan pemahaman akan pentingnya menangkar burung asli Indonesia sebagai solusi alternatif sehingga bisa mengurangi dampak negatif dari perburuan liar.

Organisasi-organisasi maupun para aktivis yang berkecimpung di dalam isu pemeliharaan burung dan konservasi keanekaragaman hayati saat ini sudah mulai membuka diri untuk berdiskusi tentang bagaimana caranya untuk menginisiasi perubahan sikap dan perilaku dari para penghobi burung di Indonesia.

Kini sudah saatnya media komunitas perburungan yang berperan sebagai trend setter dunia perburungan menggalang kebersamaan untuk memotivasi komunitas burung agar hanya membeli, memelihara maupun melombakan burung hasil penangkaran dan bukan hasil tangkapan.

Dengan adanya kesamaan kepentingan antar-elemen, baik penangkar, warga pedesaan, pedagang, penggemar burung maupun even organizer maka kekhawatiran kacer lenyap dari bumi Indonesia bisa ditepis. *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s