Cuaca Panas, Pertamax dan Merah Putih Tetap Berjaya

Standar

oleh : prayogi waluyo
foto-foto : prayogi w

Yunus (pakai topi) tetap puas terhadap prestasi cucak ijo jagonya yg bernama Pertamax menyabet juara II dua kali


Cuaca panas di kota Surabaya terasa sejak pagi, termasuk di alon – alon Pacar Keling, tempat sedang diselenggarakan kontes burung berkicau bertajuk Special Euro BC. Even perdana di bulan puasa Ramadhan 1431 H dari pengelola tempat Latber Euro BC mendapat respon kicaumania Surabaya cukup tinggi.

Kemasan panitia yang menyajikan hadiah juara I Rp 500 ribu plus bonus Rp 50 ribu dengan harga tiket Rp 35 ribu di Kelas Doyong menjadi magnet bagi kicaumania untuk datang. Respon yang tinggi dari kicaumania nampak dari penjualan tiket di Kelas Doyong nyaris terjual semua. Selain itu jumlah kendaraan sepeda motor maupun mobil nampak lebih banyak katimbang pada saat Latber.

Merah Putih kacer koleksi Budi Robot tetap mampu menyabet juara


Kicaumania yang hadir pun tak hanya kalangan pemula namun pemain maupun joki papan atas juga datang. Beny AP dan Jojik duo pencetak burung jawara papan atas pun hadir. Selain itu Budi Robot, Hermanto HT serta pemain kawakan meski ada di antara mereka yang tidak menerjunkan jagoannya. Kehadiran mereka umumnya sedang melakukan perburuan burung kualitas.

Dari 13 kelas yang dilombakan hanya tiga kelas (Kenari, Tledekan, Cucak Jenggot) jumlah pesertanya sangat minim. Menurut Muchtar selaku MC, khususnya kelas jenis Kenari dan Tledekan memang kurang peminatnya untuk wilayah Surabaya. “ Paling banyak pesertanya tetap di kelas anis merah, cucak ijo, lovebird dan cendet. Jenis burung – burung tersebut menjadi primadona kicaumania khususnya Surabaya,” terangnya.

Di kelas Cucak Hijau Doyong, jago milik Taufik Yunus yang tinggal di kawasan Nyamplungan Surabaya bersaing ketat dengan jago Hermanto HT. Pertamax yang berada di gantangan 34 berdasarkan beberapa kicaumania yang menyaksikan dari luar pagar mengatakan cukup bagus kerjanya. “ Lagu yang dimiliki burung di gantangan 34 cukup istimewa. Semua lagunya dikeluarkan dengan baik dan gayanya nampak ngotot,” ujar Herry pencetak cendet yang tinggal di Surabaya Utara.

Namun diakhir penjurian, Cucak Ijo bernama Pertamax harus kalah dengan Mega Drog milik Hermanto. Kekalahan itu diakui Taufik Yunus. “ Saya akui milik Hermanto bagus sedangkan Pertamax masih harus menambah jam terbang lagi di arena kontes,” ujarnya sembari menambahkan kalau prestasi gemilang sempat diukir tak kalah di even BnR yang digelar di Bangkalan, Madura Januari silam. “ Di even garapan Cak Mi’un itu kata Taufik Yunus, Pertamax yang saat itu memakai nama Ponari berhasil menyabet juara I dua kali.

Sedangkan jawara lain yang mampu mempertahankan sebagai juara bertahan di even yang dihelat Minggu (15/8) adalah Merah Putih. Kacer kebanggan Budi Robot yang tinggal di kawasan Kembang Jepun Surabaya ini bertahan sebagai juara I di Kelas Kacer Doyong dan Kacer Clasic. Kacer hasil polesan Sofyan Bekasi Jawa Barat ini kata Budi Robot benar-benar handal.

“ Sebelum tampil di hari minggu ini saya sudah melakukan pemanasan even Ngabuburit di Kalibokor. Di Kalibokor juga menempati posisi juara I,” ujar Budi Robot yang mengaku Merah Putih sudah dua kali bersaing berebut juara I dengan jago kacer milik Hermanto HT.

Meski demikian Budi Robot mengaku kacer yang masih gress didapat Hermanto bakal memiiki prospek bagus sebagai jawara handal. Pengakuan tulus Budi Robot karena ia mengamati panampilannya di Kalibokor (Jumat 13/8) dan di Special Euro BC. Yaaa….semoga prediksi Budi Robot bisa terwujud. * prayogi waluyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s