Komitmen BnR Peduli Pelestarian, 1.000 Ekor Anis Merah dilepas di Karangasem Bali

Standar

oleh : prayogi waluyo

Bang Boy bersama Bang Yos saat melepas burung anis merah kehabitat aslinya


Yayasan BnR telah membuktikan komitmenya peduli terhadap pelestarian. Pendiri BnR sang maestro Mr Boy dan Sutiyoso selaku Pembina melepas ratusan burung Anis Merah di Pura Sad Kayangan, Kepayang Luhur, Desa Pakraman Purwa Ayu, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali Sabtu 17 Juli 2010.
Harapan Mr Boy untuk mewujudkan program pelestarian alam dengan menjaga keseimbangan unggas pada akhirnya terealisir secara riil. Program Yayasan BnR peduli terhadap pelestarian tidak sekadar wacana semata. “ Sudah saatnya kita melakukan peduli terhadap pelestarian secara rill melalui penangkaran. Sebab bagaimana mungkin program pelestarian bisa berjalan baik apabila program penangkaran masih belum terwujud,” terang Mr. Boy.
Program mulia peduli pelestarian yang digulirkan Mr. Boy melalui Yayasan BnR mendapat dukungan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. Dan program tersebut diwujudkan ke alam dalam bentuk nyata, yaitu melepas ratusan ekor burung Anis Merah ke habitatnya di bukit gunung Lempuyang. “Semula rencana pelepasan anis merah di hutan lindung Bedugul dengan harapan supaya penyebaran anis merah lebih merata,” terang Gordon selaku panitia juga wartawan tabloid ini.
Hutan Desa Pakraman Purwa Ayu yang merupakan habitat asli burung Anis Merah merupakan hutan yang tak terjamah oleh para pembalak. Hutan yang masih ijo royo-royo itu baru dapat dilintasi kendaraan mikro bis, sedangkan bus-bus ukuran besar belum dapat leluasa ke daerah itu.
“Saya meminta kepada masyarakat Desa Pakraman Purwa Ayu untuk tidak menangkap dan membunuh lagi burung-burung yang dilepas ini, sehingga burung Anis Merah dapat hidup dan berkembang di habitat aslinya,”ujar Bang Yos.
Dia mengtatakan, dengan dilepasnya burung-burung Anis Merah ini, kelak diharapkan dapat dijadikan obyek wisata para turis lokal dan asing, sekaligus bisa dijadikan bahan penelitian para ilmuwan.
Selama ini, masyarakat luas hanya mengetahui bahwa Yayasan BnR yang didirikan Mr. Boy ini hanya untuk menggelar lomba burung berkicau. Padahal tujuan umatanya adalah melestarikan unggas-unggas yang kini sudah hampir punah.
“Program penangkaran ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Yayasan BnR terhadap pelestarian burung,”kata Pendiri Yayasan BnR, Mr. Boy.
Dia menegaskan, selama ini para pecinta burung hanya mengenal cara berlomba burung berkicau. Tapi sejak setahun silam, Yayasan BnR telah memberi pelatihan tentang penangkaran burung yang baik dan benar.
“Sebagian hasil tangkaran para kicau mania itu disumbangkan ke Yayasan BnR. Setelah burung –burung itu diserahkan ke Yayasan BnR, selanjutnya dilepaskan ke habitat aslinya,”tutur Mr. Boy.
Selama ini, katanya, masyarakat di pedasaan hanya tahu memburu burung di hutan, tapi tak mengerti bagai mana melestarikannya. Karena burung-burung yang ada di hutan terus menerus ditangkap, sehingga cepat atau lambat burung-burung tersebut akan punah.
“Jadi kalau tidak ada yang peduli terhadap pelestarian burung, sudah pasti burung-burung yang ada di hutan nusantara ini akan punah. Itu sebabnya Yayasan BnR bertekad untuk mengembalikan burung-burung hasil tanggarakannya ke habitat aslinya,”papar Mr. Boy kemudian.
Memang agak berbeda antara burung peliharaan dengan burung yang sama ini bebas hidup di hutan. Ini terlihat ketika para petinggi Yayasan BnR melepas burung-burung Anis Merah ke habitat aslinya, ada yang tak mampu terbang. Malah ada burung yang mati karena menabrak tembok Pura Sad Kayangan, Kempuyang Luhur.
“Jangan-jangan burung yang dilepas itu tak tahu bagaimana cara mencari makan, karena selama ini burung-burung itu diberi makan oleh pemiliknya. Tapi begitu dilepas, burung-burung itu malah mati kelaparan,”ujar salah seorang wartawan yang hadir dalam acara pelepasan burung tersebut.
Menurutnya, sebaiknya sebelum burung-burung itu dilepas ke habitat aslinya, harus lebih dahulu dilepas di kandang yang besar, sehingga burung itu mampu melajar terbang.” Jadi jangan dipeliraha disangkar saja. Igtu sebabnya, burung-burung yang dilepas itu tak mampu terbang tinggi,”katanya lagi.
Untuk membuktkan komitmen itulah, Yayasan BnR berencana melepas 1000 ekor burung. Untuk tahap pertama, pelepasan burung itu dilakukan di Desa Pakraman Purwa Ayu dan selanjutnya direncakan di Pulau Sumatera.
“Apa yang dilakukan oleh Yayasan BnR itu, sudah sejalan dengan awig-awig atau peraturan adat di Kabupaten Karangasem, Sebab, masyarakat di wilayah ini tak hanya menjaga kelestarian alam, tapi juga melindungi seluruh hewan yang hidup di hutan Karangasem. Termasuk burung,”katanya. Dan butuh waktu lama untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan alam,” imbuhnya.
I Nyoman Jati yang dikenal sebagai tokoh ada yang memegang teguh aturan ada juga menegaskan, bahwa setiap warga yang kedapatan merusak hutan dan menangkap burung akan dikenakan sanksi adat. “Jika kesalahannya ringat kitab kenakan sanksi denda, tapi kalau kesalahanya cukup perat, orang itu tak lagi mendapat perlindungan adat,”jelasnya.
Dia mengatakan, langkah positif yang dilakukan Yayasan BnR ini akan tetap didukung masyarakat Desa Pakraman Purwa Ayu, yaitu dengan cara menjaga burung-burung yang dilepas tersebut untuk tidak diburu oleh masyarakat, sehingga ke depan burung Anis Merah dan hidup dan berkembang di hutan Desa Pakraman Purwa Ayu.
“Tak ada alasan bagi masyarakat di sini untuk memburu burung-burung itu, karena burung-burung tersebut sudah dilindungi oleh awig-awig atau peraturan adat. Kecuali menangkap untuk kepentingan kebutuhan upacara adat dan itu pun disaksikan oleh Bendesa Adat,”tandas I Nyoman Jati. *prayogi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s