Tanpa Teriak Kembali Jadi Kontroversi

Standar

oleh prayogi waluyo
birojatim

“Sssttt”……jangan teriak,” ujar seorang kicaumania pada rekannya yang sama – sama menyaksikan jagoannya di kontes berlabel ‘Tanpa Teriak’ yang digelar beberapa waktu lalu di Arema Cup IV di Malang Jawa Timur.
Itulah sepenggal suasana di kontes tanpa teriak yang masih ada pro-kontra dengan kampanye tersebut. Memang hening suasana di dalam areal lomba. Bahkan poster-poster besar bergambar tanda diam terpampang jelas di sekeliling area lomba.
Peringatan keras ini dilakukan oleh pihak panitia penyelenggara lomba. pada even-even lomba sebelumnya larangan seperti ini tidak pernah dilakukan. Tujuan diberikan peringatan ini tak lain adalah menjaga konsentrasi dari para juri.
Apabila suara di sekitar area lomba terpolusi oleh suara-suara lain selain kicauan burung hal ini sangat menyulitkan para juri untuk melakukan penilaian, sehingga kadang-kadang kicau burung malah tidak terdengar oleh juri.
Menurut Irwan kicaumania Surabaya pemberlakuan larangan keras untuk berteriak, sangat bagus, “Dengan pelarangan berteriak ini, akan terlihat dengan jelas gantangan nomer berapa yang memang bersuara bagus, sehingga apabila gantangan saya kalah, saya terima dengan terbuka, dan tidak berprasangka buruk terhadap juri dan peserta lainnya”. Larangan teriak juga dapat menghemat anggaran untuk konsumsi, karena tenaga tidak terkuras habis”, tuturnya.
Budi Robot pengurus BnR Cabang Surabaya sangat setuju jika di lomba tanpa teriak, alasannya para peserta juga bisa ikut menilai burung-burung mana saja yang memang layak jadi juara, jadi akan kelihatan kalau misalnya juri tidak berlaku tak adil dalam menilai.
Lomba tanpa teriak juga memudahkan juri untuk menilai secara maksimal jadi tidak terganggu dengan suara peserta yang tak jarang suara teriakannya lebih keras daripada suara kicau burungnya.
Namun pelarangan ini juga mengecewakan beberapa peserta lomba, karena burung jagoan mereka ada yang tidak bersuara bagus apabila tidak diberi semangat dahulu oleh para pemiliknya. Tapi aturan seperti apapun yang diberlakukan, apabila kicauan burungnya memang bagus, maka akan tetap menjadi juara.*prayogi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s