“Montea” Hattrik, Tuban BC Juara Umum Anniversary “VIESTA” Bojonegoro, Jawa Timur

Standar

oleh: andiz farhan
birojatim

Untuk kali pertama komunitas kicaumania asal Bojoegoro yang menamakan diri “Viesta” mengelar lomba tingkat regional. Acara yang digelar di lapangan Makodim 0813 Bojonegoro inipun berlangsung sukses. Dari catatan panitia, jumlah pesertanya mencapai 832 yang datang dari berbagai kota di Jawa Timur.

Para panitia Viesta


Even ini memang sengaja digelar dalam rangka memperingati terbentuknya komunitas kicaumania Viesta yang pertama. “Pada awal bulan Mei ini, Viesta memang telah berusia setahun. Sejak dibentuk pada tahun lalu, kami selalu menggelar acara latihan rutin stiap ari Jumat sore. Tempatnya di Jl. Jaksa Agung Suprapto, Bojonegoro,” ungkap Bambang Honda, sesepuh sekaligus deklarator Viesta.

Montea merajai Kelas Anis Merah

Bahkan Bambang juga mengungkapkan jika even seperti ini bakal dijadikan sebagai acara rutin tahunan. “Bukan hanya itu saja, untuk kali pertama juga dalam even ini dan even-even berikutnya diberikan hadiah tanpa potongan. Berapapun jumlah peserta di tiap-tiap kelasnya, hadiah akan diberikan utuh, meski kurang dari 30 sekalipun,” imbuhnya.

Trendy dengan para perawatnya

Dari pengamatan dan penghitungan yang dilakukan BnR, dalam even kali ini tak banyak kelas yang minim peserta. Hanya di kelas Kenari Raja Ngekek dan Cucak Jenggot saja yang pesertanya di bawah 30. Tepatnya masing-masing 23 dan 24 peserta. Bahkan ada beberapa kelas yang nampak penuh, seperti Cucak Hijau ang mencapai 63 peserta.

Sepertinya animo kicaumania di Bojonegoro dan sekitarnya cukup besar. Tak pelak, pertarungan di tiap-tiap kelasnyapun berlangsung seru. Karena kebanyakan yang turun dalam lomba tersebut adalah burung-burung jawara papan atas.

Terang saja, yang mampu tampil sbagai pemenang adalah burung-burung yang benar-benar berkualitas dan dalam kondisi fit. Seperti Anis Merah “Montea” milik H. Taufik dari Jombang yang mampu menyisihkan semua lawan-lawannya. Dari 4 kelas Anis Merah yang disiapkan oleh panitia, 3 kali ia menempati posisi pertama. Semua untuk satu elas yang terakhir, aitu kelas Raja Sobek, “Montea” sengaja tak diturunkan oleh empunya.

Alasannya, hal ersebut untuk menaga staminanya. Logikanya, setelah 3 kali bertarung tentu kondisinya jelas menurun. Karena seluruh tenanghanya sudah terforsir dalam 3 kelas sebelumnya.

Sementara yang tak kalah seru adalah pertarungan di kelas Kacer Marcopolo. Di kelas ini, “Trendy” milik Dr. Ady dari Madiun Raya berhasil menyisihkan rial-rivalnya dan betengger di posisi pertama. Sementara di kelas selanutnya, kondisi menurun dan hanya menempati posisi kedua.

Sementara untuk posisi juara umum Singgle Fighter berhasil di raih oleh Mr. Pendik dengan jumlah poin sebanyak 400. Sedangkan untuk kategori BC diraih oleh Tuban BC yang berhasil mengumpulkan 700 poin. Andiz/Rudy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s