Mengenal Satu Jiwa, Cendet Milik H. Bayu Antasari BC, Dilirik Cendetmania karena Punya Telenta Cemerlang

Standar

oleh: prayogi waluyo

H. Bayu (kanan) cukup bangga prestasi yang diberikan oleh Satu Jiwa yang dibesut Aditya

Penampilan cendet bernama Satu Jiwa di pelbagai arena kontes telah menggoda cendetmania ingin memiliki. Kabarnyadi even SLG di Kediri pekan lalu sudah ada kicaumania Malang yang blak-blakan menyatakan kipincut. Nilai Rp 25 juta siap ditransfer ke rekening apabila H. Bayu deal dengan penawaran itu.

Prestasi cendet Satu Jiwa kian gemilang sejak berada dalam besutan H. Bayu. Juara I ganda di even Madiun dan Malang di antara pembuktian kualitasnya di arena lomba. Tak hanya di daerah itu saja kedigdayaan Satu Jiwa sebagai cendet yang memiliki prospek bagus. Di Semarang, Salatiga, Ponorogo dan Blitar Satu Jiwa tak gentar bertempur melawan para jawara cendet yang sudah malang melintang dan sarat prestasi.

“Saya justru bangga kalau Satu Jiwa bisa tampil bersama jawara cendet yang sudah kondang,” ujar H. Bayu yang membeli Satu Jiwa dari Maksum kicaumania Trenggalek sekitar Januari lalu. Jika melihat penampilan Satu Jiwa di arena kontes cukup kicaumania yang berkomentar bahwa burung tersebut memiliki talenta yang bagus kedepannya. Maka wajar jika pakar pencetak dan pengorbit cendet seperti Jojik dan Imron memantau perkembangan prestasi Satu Jiwa.
Cahyo Matrix melalui Pendik pun sempat menyampaikan kalau tertarik pada Satu Jiwa meski kala itu duo kicaumania Malang itu tahu Satu Jiwa berada di posisi juara II. Lantas apa yang membuat cendetmania kepincut pada Satu Jiwa? Aditya pemuda kelahiran 1983 ini yang mendapat kepercayaan H. Bayu memaparkan kalau Satu Jiwa meski tampil setiap minggu tetap mampu stabil dalam meraih juara di peringkat bergengsi.
“ Kalau di rumah enggan bunyi meski digoda dengan lambaian tangan, namun saat digantang di arena kontes langsung mengeluarkan segala kelebihannya….yaaa seakan melepas kicauannya yang selama berhari-hari tidak ditunjukan selama berada di rumah,”ujar pemuda bongsor ini yang dipercaya juga oleh H. Bayu merawat kacer Hard Rock dan cucak ijo Simpanse yang menohok penampilannya di even Road Show BnR di Surabaya tahun lalu.
Dalam meraih prestasi kata Aditya yang masih aktif sebagai mahasiswa di IKIP Negeri Malang, Satu Jiwa berbekal kicauannya yang melantunkan dengan baik suara burung Gereja bertarung dengan durasi panjang lalu disambung suara Kenari dan ditutup dengan suara patah-patah menghentak mirip mesin jahit. Semua lagu tersebut dilantunkan cukup keras hingga menembus arena kontes.
Gaya Satu Jiwa yang suka dengan model pangkringan plus ini tergolong menyolok seperti layaknya gaya cendet idola saat ini. Ekor menguncup ke dalam dengan postur tubuh tegak dan bukaan paruh lebar saat melemparkan suara tembakaannya.
Menurut H. Bayu dan Aditya salah satu mengapa Satu Jiwa tahan tampil setiap minggu dan semua kelas diikuti setiap hari menjalani perawatan sauna. Yakni usai mandi langsung dikerodong selama 1 jam mulai pukul 10.00 – 11.00 WIB. Kalau X-food jangrik dan kroto serta ulat hongkong. Untuk mengetahui apakah Satu Jiwa bisa diajak tampil pada hari Minggu? kata Aditya pada hari Sabtu sudah mau berkicau.* prayogi/mas anang/ADV

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s