H. Ramzaly Pemilik Anis Merah Air Putih, Enggan Mengudar Emosi

Standar

oleh: prayogi waluyo

H. Ramzaly

H. Ramzaly lebih memilih pulang bersama istri katimbang harus melampiaskan marah kepada panitia yang telah melakukan kesalahan. Ia pun membatalkan rencana mengikutkan burung-burung andalannya di babak salanjutnya.

Sikap seperti yang dilakukan H. Ramzaly (60) ini sangat jarang ditemui di arena kontes burung berkicau tak kala kicaumania merasa dibuat kecewa oleh panitia. Umumnya kicaumania memaki-maki panitia dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan bahkan ada yang anarkis merusak sarana-prasarana lomba atau memukul oknum panitia.

Awal sebuah rasa keceewa H. Ramzaly dialami saat bersama istrinya mengikuti sebuah kontes setingkat latihan prestasi (Latpres) di tempat latihan di Surabaya. Punglor merah kesayangannya bernama Air Putih yang diikutkan kontes di kelas A dengan gantangan nomer 28 diakhir penilaian mendapat poin berupa 3 bendera A dan 1 bendera B.

H. Ramzaly hobi burung berkicau didukung keluarga

H. Ramzaly nampak begitu gembira saat kru juri menancapkan bendera kemenangan. Ia pun berbagi kegembiraan dengan Hj. Nadila sang istri tercinta yang kala itu ikut menemani hadir di lomba. Sembari menunggu hasil juara di kelas Anis Merah A ia bersama istri bersantai di sebuah warung kopi di lokasi tersebut.

Namun 20 menit kemudian kegembiraan ber ubah menjadi kekecewaan yang mendalam. Pasutri itu mendapat kabar bahwa punglor merah Air Putih tidak lolos sebagai juara I tapi berada di posisi juara II. Sontak H. Ramzaly kaget tak percaya dan darah emosi pun mulai memuncak. Menghindari agar emosi tidak mengudar maka ia pun mengajak istri dan tim yang membantu merawat dan memamdu burung untuk pulang saja. “Tidak perlu lagi melanjutkan lomba,” katanya.

“Saya lebih memilih pulang saja karena salah satu panitia adalah teman baik saya. Jadi gak enak harus ribut sama teman sendiri apalagi yang bersangkutan saya sangat menghormati dan sebaliknya. Selain itu tak ada gunanya memperdebatkan permasalahan tersebut. Saya malu jadi tontonan kicaumania. Prinsip saya kalau ikut lomba lalu dikecewakan mending pulang,” papar H. Ramzaly mantan tokoh mania andhokan yang tinggal di Kalimas Madya IV Surabaya.

Kalau menilik permasalahan gagalnya Air Putih tidak lolos sebagai juara I diakui panitia merupakan kesalahan mutlak panitia dibagian rekap dan oknum juri yang ceroboh. Panitia pun memintah atas kepada H. Ramzaly. Maka persoalan pun menjadi larut tanpa berakhir dendam. “Inilah yang saya harapkan dari panitia ada sikap terbuka dan koreksi,”ujar H. Ramzaly.

Padahal, kata Yuyun Kurniawan (27) yang merawat Air Putih sekaligus pemandu prestasi di arena kontes prestasi Air Putih sedang pada tingkat topform. “ Selama 3 bulan sudah mengumpulkan point juara I sebanyak 6 kali dan kemenangan itu diraih di even BnR yang proses lolos sebagai juara tidak mudah untuk mendapatkan,” terang putra ke 5 H. Ramzaly.

Gaya teler Air Putih kata Yuyun gaya tren anis merah saat ini yakni semi doyong dengan melantunkan suara dubbing jalak suren, cucak jenggot, dan lovebird dimainkan cukup bagus. “ Air Putih tergolong cepat tampil dan jarang mletik meski berada di pinggir,” terang Yuyun.

Kini Air Putih menjadi kebanggaan H.Ramzaly selain cendet, kacer . Namun yang paling membahagian bagi H. Ramzaly jika dunia perburungan bisa dengan benar-benar menjaga hubungan tali persaudaraan yang baik. Apalagi yang sebelumnya sudah terjalin baik sebelumnya. “Mari kita jaga dunia hobi burung berkicau dengan rasa kebersamaan,” ujarnya berharap. *prayogi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s