Trik Curang Raih Kejuaraan di Kontes Burung Kicauan

Standar

oleh: prayogi waluyo

Seorang kicaumania dengan wajah sewot menenteng sangkar gablok berjalan keluar dari arena kontes lalu menghampiri rekan satu timnya. “ Burung saya sejak awal kerjanya sudah bagus, mengapa menjelang detik-detik akhir penjurian tiba-tiba mletik,”ujarnya kesal sembari menyruput segelas kopi milik temannya yang sejak awal lomba hanya nongkrong di warung itu.

Tak satu pun memang bendera koncer yang menancap di nomer gantangan milik kicaumania itu, meski sudah ada bendera nominasi. Setelah kekesalan kicaumania itu berangsur reda, ia mulai bertanya ke perawat sekaligus joki burung itu tentang kejadian 10 menit lalu.
Dengan nada suroboyoan si perawat sekaligus joki itu mengatakan kalau burung itu mletik lantaran silau terkena pancaran cahaya bulat kecil. “ Bos…pantulan cahaya itu kalau menurut saya berasal dari jam tangan milik kicaumania yang ada di sekitar pagar. Bisa saja saat mereka melambaikan tangannya untuk mensuport agar burungnya tampilnya makin gila,” ujarnya.
Belum paham penjelasan yang diutarakan perawatnya, kicaumania yang dipanggil bos itu ditambahi lagi omongan dari temannya. “ Itu bagian dari trik dari pemilik burung lain yang ingin menggagalkan burung lawan agar tidak bisa tampil maksimal,” katanya dengan nada ringan sembari memperagakan memantulkan cahaya dari jam tanggannya ke arah dinding yang ada di sebelah tempat mereka nongkrong.
Memang cara seperti bukan hal baru. 3 tahun lalu, seorang kicaumania pun mengalami saat ikut kontes di Nganjuk Jawa Timur. Aries cendet mania gaek asal Surabaya dan Basuki yang pernah mengalami hal serupa mengatakan kalau cara tersebut umumnya dilakukan di even besar dan pada kelas jenis burung yang sedang popular.
Aries yang moncer sebagai pemilik cendet Abimanyu, kala itu menuturkan sebenarnya trik tersebut sudah lama tapi tidak banyak kicaumania yang tahu, khususnya mereka yang pemula. Biasanya burung yang berada di gantangan pinggir hingga tiga baris masuk ke dalam. Kalau di gantangan tengah kecil kemungkinan bisa terkena sorotan pantulan sinar jam tangan.
Pantulan sinar yang menyorot dari jam tangan ke salah satu burung di dalam arena kontes bukan faktor tidak sengaja yang dilakukan pemilik jam tangan tersebut. Namun salah satu trik curang dari pemilik burung untuk menggagalkan burung rivalnya agar tidak tampil maxi. Sebab beberapa jenis burung seperti punglor merah, cendet, murai batu, kenari dan cucak ijo akan kaget. Akibatnya kalau terjadi pada punglor merah burung tersebut akan mletik.
Trik curang untuk meraih kemanangan di kontes burung berkicau masih tak sebatas menggunakan jam tangan. Alat mandi burung berupa semprotan (handsprayer) pun bisa dijadikan media berbuat curang. Maka kicaumania perlu waspada ketika di arena kontes ada teman yang hendak meminjam alat semprotan mandi burung. Jika asal meminjamkan tidak menutup kemungkinan niat baik tersebut berbuah celaka pada burung jagoan Anda yang siap berlaga.
Cerita ini pernah terjadi dan dialami oleh kicaumania Surabaya menimpa pada burung punglor merahnya. Saat itu ada pelomba yang pinjam semprotan alasannya dia lupa membawa, setelah dikembalikan, semprotan tersebut saya gunakan untuk memandikan punglor merah milik sahabat saya. Alangkah kagetnya, melihat air yang keluar berbusa. Lalu airnya saya tuang, ternyata busa tersebut dari deterjen,” ujar Basuki menceritakan kejadian 3 tahun lalu yang dialaminya.
Risiko air mengandung deterjen bila disemprotkan ke burung butuh waktu lama agar kering, kalau dipaksakan tampil dalam kondisi bulu masih basah akan berpengaruh terhadap penampilannya, yakni tidak mau tarung. Apabila mengenai mata berakibat kebutaan. Tempo 2 – 3 hari bulunya rontok lantaran kepanasan
Cara seperti ini jelas sabotase terhadap pesaingnya agar tidak bisa tampil maxi. Sehingga peluang untuk duduk dalam peringkat juara lebih besar karena rivalnya sudah berkurang satu. Kalau cara tersebut dilakukan pada beberapa burung jawara yang hadir saat itu, tidak menutup kemungkinan bisa menembus peringkat atas. Namun perlu diingat cara tersebut bukan kicaumania atau pelomba sejati, sebab pelomba sejati dalam meraih juara tidak dengan cara picik. *pw1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s