Pemberian Vitamin Jangan Nunggu Sakit

Standar

oleh: prayogi waluyo

Kebutuhan vitamin yang mengandung untuk pertumbuhan burung sering dinafikkan oleh para penghobi maupun perawat burung. Banyak di antara mereka yang menganggap pemberian vitamin bisa membuat ketergantungan. Malah ada yang menganggap vitamin identik dengan doping. Pemahaman yang sepenggal ini mendapat sanggahan oleh para praktisi.

Ketika seseorang berniat memelihara burung, dalam benaknya terdapat berbagai harapan. Semoga penampilan burungnya menjadi hiburan yang menyenangkan. Pita suaranya mampu mengolah irama yang mendayu-dayu dengan volume bergetar. Bulunya yang menjadi baju kebesarannya bisa terawat baik, dan jika tampil lomba bisa tampil sebagai pemenang.
“Untuk semua harapan tersebut, selain membutuhkan perawatan dan pemberian menu yang baik, secara mutlak burung harus diberi vitamin,” tutur Drh. Omy Rumah Sakit Hewan ‘Setail’ Surabaya. Jika hanya mengandalkan menu standar saja tentu tidak akan mencukupi. Khususnya burung lomba yang membutuhkan banyak energi.
Jika menu utamanya hanya bisa mensuplai kebutuhan nutrisi maka dengan pemberian vitamin akan bisa menunjang pertumbuhannya. Juga memperbaiki sel-sel yang rusak. Disamping itu pula vitamin berguna untuk menjaga kesehatan terhadap serangan penyakit serta meningkatkan kemampuan produksi.
Secara senada, Eka Jaya (43) produsen obat-obatan dan vitamin burung Aves Star menegaskan, “jika ada yang menyatakan pemberian vitamin membuat burung jadi tergantung, itu pendapat yang salah. Sebab yang disebut doping adalah bersifat memicu organ tubuh. Selama tidak ada unsur pemicuan berarti bukan doping.”
Apabila setelah burung disuguhi vitamin lalu tampak lebih aktif itu pertanda kondisi tubuhnya mengalami perbaikan. Bisa dikarenakan sel-sel dalam tubuhnya aus sehingga berpengaruh pada agresifitasnya. Sementara menu yang dikonsumsinya tidak mampu memperbaiki. “Berdasar pengetahuan saya di bidang farmasi, saya sepaham terhadap pendapat bahwa pemberian vitamin pada burung itu mutlak,” tandas Eka Jaya yang beristrikan dokter hewan.
Lantas mampukah kita menangkap bahasa burung? Apakah kita paham, bahwa burung yang tampak tenang dalam sangkar ternyata stres? Bagaimana solusinya? Beragam pertanyaan itu kerap mengitari pecinta burung.
Jika telah terjalin hubungan yang intensif dan berlangsung lama, seorang penghobi akan bisa membaca setiap perubahan burung kesayangannya. Seperti yang dialami oleh Imron dan Jojik maupun perawat burung lainnya. Untuk itu dalam menjaga stamina burung yang dirawatnya mereka selalu memberinya multivitamin. Berkat suplemen tersebut performa burung yang jadi andalannya di arena kontes cukup terjaga.
“Boleh dikata burung yang saya rawat tak pernah absen mengkonsumsi vitamin. Agar staminanya agar tetap fit, setiap hari diberi 2 tetes Vitacimin. Tapi jangan diartikan sebagai doping lho,” ujar Jojik.
Begitu halnya yang dilakukan Mustofa Aladin, distributor burung dan segala kebutuhan burung asal Surabaya. Burung-burung yang di gerainya setiap hari tempat minumnya diberi 2 tetesan Vitavit sehingga vitalitasnya membaik.
Kembali ke soal kesadaran akan pentingnya vitamin, Eka menukas, “kesadaran kita untuk mengkonsumsi vitamin masih sangat rendah. Pada umumnya hanya waktu mengalami sakit saja orang mengkonsumsi vitamin, itupun atas perintah dokter. Padahal sehari-hari kita butuh akan vitamin.
Jika pemahaman terhadap kebutuhan vitamin untuk diri sendiri sedemikian rupa apalagi untuk burung. Jadi selayaknya pemberian vitamin itu jangan sampai menunggu sakit. * pw1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s