Selamat Datang BnR di Bali

Standar

Oleh : Gordon
Dimuat tabloid BnR Ed 42 (November 2009)

Kabar EO BnR bakal menggelar even di pulau Dewata, menjadi perbincangan hangat bagi kaum komunitas perburungan di Bali. Mulai dari obrolan di warung kopi, pasar burung dan juri serta pentolan PBI. Wacana yang berhembus sangat beragam. Jelas, plus- minus itu ada dari komentar para mania burung.
Tak lebih dari 50 responden yang ditemui, 99,9 % menyatakan tidak ada masalah dan setuju. Sedangkan sisanya, masih ada keraguan dan malu-malu. Berikut petikan komentar mereka, Gordon wartawan media ini dari Biro Bali melaporkan.
Santo Utoyo mantan Juri PBI
Tidak ada yang perlu ditakuti, EO apapun namanya mau mengelar lomba di Bali tak ada masalah. Kita kan belum tahu, seperti apa kemasan dan sistem penjurian mereka. Isu yang santer di media, kemasannya BnR begini dan jurinya begitu. Penilaian semacam itu, sifatnya individu yang selalu ingin menang di arena lomba. Bagi saya, mari persoalan itu kita sikapi dengan bijak. Semakin sering ada lomba makin senang.
Gembel Juri AJI
Bagi saya, no problem. Mau kemasannya kayak apa tak jadi soal. Setiap penyelenggara lomba pasti ingin menyuguhkan yang terbaik. Tidak mungkin, sebuah EO apa pun, dalam penyelenggaraan lomba asal-asalan. Kepuasan dan kesalutan saya, ketika mengikuti lomba BnR di Jogja. Memang memberikan kepuasan semua pihak itu sulit. Paling tidak, mereka sudah mengarah ke arah yang lebih baik. Faktor kekeliruan itu pasti ada. Kita kan manusia, bukan malaikat. Mari kita tunggu dan buktikan gelaran itu.
Hartono Tokoh Pasar Burung Sanglah.
Kita ini orang netral. Siapa pun penyelenggara lomba di Bali, saya akan selalu tampil. Semakin rutin digelar lomba, akan semakin baik bagi burung itu sendiri. Sebab, jika burung yang sudah kita beli dan rawat dengan biaya tinggi tak pernah tarung akan percuma bahkan rusak. Apalagi, saya seorang pelaku bisnis di pasar burung, hal ini akan memberi dampak yang positif bagi kawan-kawan juga. Kroto, jangkrik, cacing, pakan burung dan sangkar makin laku. Pendek kata, saya tidak pernah tebang pilih pagelaran lomba yang di kemas oleh siapapun itu.
Ketut Tri Artha
Masalah EO BnR mau menggelar lomba di Bali jangan terlalu dibesar-besarkan. Yang penting beretika baik untuk menyemarakkan dunia perburungan di Bali. Jarang ada lomba susah, mau ada lomba ada yang ribut dan keberatan. Pokoknya, happy-happy aja lah. ‘adi nto sangetang sajaan’ (kok itu yang musti kita pusingkan. red). Yang penting burung kita ngerol di arena kontes.
Deddy
Bagus, kita tunggu kehadirannya. Kita ini penghobi murni, soal kalah menang ya biasa. Namanya juga lomba, pasti ada kalah menang, tidak harus menang terus. Itu kan tergantung kondisi burung di arena kontes. Saya rasa, EO BnR berkeinginan melangkah ke arah lebih baik. Dibanding lomba-lomba sebelumnya, burung belum naik panggung kita sudah bisa tebak yang bakal jadi juaranya. Dan itu pernah terjadi, tidak hanya sekali saja. Kita oke-oke saja. Kicau mania Bali belum bisa menilai baik buruknya even EO itu, jika belum pernah menggelar lomba di Bali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s