Luluk Lumajang Juri Lintas EO : Apakah Burung Koleksi Bos tidak Boleh Juara ?

Standar

Oleh : Rudy
Dimuat tabloid BnR Ed 42 (November 2009)

Perasaan gelisah seorang juri akan muncul apabila kecurigaan peserta yang berlebihan ketika burung yang menang adalah milik seorang bos. Lantas apakah burung milik bos tidak boleh juara? Kalau memang layak sebagai pemenang mengapa harus diprotes.
Tugas seorang juri di kontes burung berkicau adalah menilai burung yang tampil prima yang sesuai dengan kriteria dan ketentuan even organizer . Kiranya tidak ada ketentuan bahwa yang menang berdasarkan milik siapa burung tersebut.
Protes karena tidak puas terhadap hasil penilaian juri sudah bukan suatu fenomena baru di dunia perburungan. Bos akan marah ketika burung yang ia beli dengan harga cukup mahal harus kalah dengan burung milik penghobi biasa saja. Demikian kondisi sebaliknya.

“Kalau burung milik bos layak juara, memang harus kita juarakan. Kalau milik pemain biasa yang layak juara, demikian juga, harus kita juarakan. Yang penting kita menilai burung yang tampil prima, bukan burung milik siapa,” ujar Luluk juri senior lintas organizer Lumajang telah malang melintang di dunia kicauan sejak tahun 1999.
Ia sangat setuju program yang diterapkan Yayasan BnR ketika menyeragamkan sangkar dalam suatu lomba. Hal itu akan memudahkan juri dalam menilai burung, karena tidak ada tekanan psikologis bahwa burung ini pernah juara atau burung ini milik siapa.
Menurutnya bertugas menjadi juri adalah sebuah amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab. Tidak boleh main-main, karena peranan juri sangat menentukan sukses tidaknya suatu lomba. Maka ketika sedang bertugas harus menekan diri untuk melakukan langkah objektif setiap menilai burung yang ikut kontes.
Meski upaya dari juri untuk melakukan kerja semaksimal mungkin, ia memintah kepada kicaumania untuk memahami bahwa juri adalah manusia. Bisa juga salah meski tidak mereka sengaja.
“Pada hakekatnya, semua juri ingin memberikan yang terbaik kepada peserta dan panitia. Saya rasa di setiap benak para juri menginginkan penilaian yang jujur dan fair. Juri sendiri juga tahu, kalau bertugas tidak fair, berarti membunuh karirnya sendiri,” tuturnya. *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s