Road to Presiden Cup, Galamedia Cup Hanya Sukses Meraup Peserta

Standar

Oleh : Saiful Milan
Dimuat tabloid BnR edisi 41 (Oktober 2009)

Lomba Burung berkicau Galamedia Cup X mendapat respon positif dari kicaumania. Tak heran kalau lomba yang dimotori Kiki Hoki dan Keukeu ini tiket 1200. Peserta datang dari pelbagai daerah, termasuk dari Bengkulu dan Surabaya. Meski sukses dari segi peserta namun lomba ini dibeberapa kelas diwarnai kekecewaan peserta.
Antusias peserta terhadap lomba ini memang sudah diprediksikan. Maklum di Bandung jarang ada gelaran yang besar. Galamedia Cup merupakan salah satu lomba besar yang sudah sepuluh kali digelar di Bandung. Karenannya, lomba ini dijadikan oleh BnR sebagai lomba persiapan burung jelang residen Cup. Ya, Galamedia Cup ini merupakan lomba Road To Presiden Cup.

“Secara peserta lomba ini sukses. Namun ada beberapa kelas yang menurut peserta kinerja juri kurang jeli dalam penilaian. Sehingga banyak peserta yang kecewa. Namun, hal tersebut bisa diredam dengan baik oleh panitia,” ujar keukeu, ketua pelaksana lomba.

Memang, dibeberapa kelas ada kekecewaan peserta. Misalnya di kelas Mura batu. Yadi Suzuki Cirebon kecewa berat karena Gobi di kelas murai batu merasa , tidak diperhatikan. Ia beranggapan juri yang dipakai BnR, tidak memperlihatkan organisasi BnR yang sebenarnya, yang selalu melihat burung.
“Saya kecewa berat di lomba ini. Burung saya kerja maksimal dari awal sampai akhir. Jangankan mendapatkan favorit, nominasi pun tidak. Dengan kejadian ini BnR harus intropeksi diri, terutama para jurinya,” ujar Yadi Suzuki kepada Tabloid BnR usai gelaran.
Pun demikian di kelas anis merah, ada beberapa kicaumania yang kecewa dengan hasil keputusan juri. Kimpen Tasikmalaya misalnya, kecewa karena burungnya tidak mendapatkan nominasi, Padahal menurut pandangannya, harus mendapat nominasi.
Peserta Kecewa
Dalam sebuah even memang kekecewaan pasti ada. Kru juri kemungkinan kelelahan sehingga kurang jeli dalam penilaian. Namun menurut Kunasi, Inspektur Lomba, Galamedia Cup mengatakan bahwa juri-juri di lomba tersebut tidak merata. Artinya, masih ada beberapa juri yang belum memahami betul salah satu burung.
“Penilaian dalam Murai Batu memang sudah benar. Burung yang masuk ke IP dan Korlap untuk dijadikan nominasi adalah 11 burung. Sedangkan nominasi hanya enam burung. Maka di sinilah kemungkinan kendala itu terjadi, seorang juri harus betul-betul memilih burung nominasi hanya enam dari 11 burung,” ujar timpal Engkus.
“Ini akan menjadi pembelajaran bagi kami dalam pembagian tugas kedepannya. Sehingga tidak ada lagi kekecewaan yang mendalam dari peserta,” jelasnya lagi.
Dalam lomba tersebut, persaingan di setiap kelas merata. Kelas anis merah dan Muray batu semuanya terisi dengan full. Yang turun pun byukan burung-burung ecek-eck malahan burung mumpuni yang sudah biasa turun di lomba.
Suksesnya peserta tidak semulus jalannya perlombaan, karenannya panitia yang dimotori Keukeu mengucapkan terima kasih kepada seluruh kicaumania yang telah mengikuti lomba Galamedia Cup Road to Presiden Cup. “Saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya lomba ini,” ujarnya (saeful milan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s