Populasi Jalak Bali Makin Kritis

Standar

Oleh : Prayogi Waluyo
Dimuat tabloid BnR ed 40 (Oktober 2009)

Sejak tahun 1911, burung yang pertama kali diperhatikan oleh ahli biologi Belanda Dr. Baron Stressmann ini telah mengalami perburuan secara besar-besaran, sehingga pada tahun 1925 Biolog tersebut memutuskan untuk meneliti lebih lanjut mengenai keberadaan burung ini.
Jalak bali terus mengalami penurunan populasi, hingga akhirnya pada tahun 1966 statusnya dinyatakan terancam punah. Data mengenai penurunan populasi jalak bali telah mulai terpantau pada tahun 1974. Pada tahun tersebut, keberadaan Jalak Bali di habitat aslinya diperkirakan berjumlah 109 ekor.
Kondisi tersebut berfluktuasi, dan pada tahun 1980 jumlahnya berkisar 105 ekor. Data sempat kosong pada tahun-tahun selanjutnya, hingga tahun 1991 diketahui jumlahnya hanya tinggal 36 ekor! Data terbaru menyebutkan bahwa populasi Jalak Bali di habitat aslinnya kini diperkirakan tinggal 3-9 ekor!
Hampir punahnya Jalak Bali di habitat aslinya selain disebabkan perburuan dan pencurian secara besar-besaran, juga karena habitat jalak bali semakin berkurang akibat ulah manusia. Habitat yang pada tahun 1974 berjumlah enam lokasi, kini hanya tinggal dua lokasi yaitu di kawasan Semenanjung Prapat Agung, Teluk Kelor dan di Teluk Brumbun.
Kondisi Jalak Bali di habitat aslinya maupun di tempat-tempat penangkaran lainnya di Indonesia sangat bertolak belakang dengan kondisi Jalak Bali di luar negeri. Negara-negara seperti Jepang, Amerika dan Inggris diketahui telah sukses menangkarkan burung yang pandai mengeluarkan berbagai suara merdu ini.
Bahkan pada Desember 2003 kemarin, kebun binatang milik Pemerintah Kota Yokohama, Jepang berniat melepas 100 jalak bali secara bertahap selama tujuh tahun ke habitat aslinya di Taman Nasional Bali Barat, setelah ditangkarkan selama 25 tahun di Jepang. Pelepasan pertama dilakukan pada tahun 2004 ini, dengan melepas sebanyak 20 ekor Jalak Bali. *pw1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s