Perlu Gerakan Menangkar Jalak Bali

Standar

Oleh : Prayogi Waluyo
Dimuat tabloid BnR Ed 40 (Oktober 2009)

Maraknya kasus pencurian jalak bali, salah satunya dipicu oleh mahalnya harga jalak bali. Di pasaran harga seekor jalak bali bisa mencapai puluhan juta rupiah. Kondisi tersebut diperparah lagi dengan adanya kebanggaan dan prestise bagi orang yang memeliharanya, sehingga membuat semua orang tergiur untuk mendapatkan burung elok itu dengan segala cara.
Jalak Bali memang salah satu spesies burung yang menjadi primadona untuk dikoleksi. Dari segi kicaunya, kualitas jalak bali memang masih dibawah burung kicauan lain seperti anis kembang, wha mei, poksay dan sebangsanya.
Pasalnya, jalak Bali dikoleksi bukan hanya karena kicaunya, melainkan juga karena keindahan bulunya. Sekujur tubuhnya ditutupi bulu berwarna putih halus. Decak kagum kian ditujukan ke burung itu kala memandang lingkaran matanya yang berwarna biru, kontras dengan bulunya yang warna putih.
Di luar habitat dan penangkarannya, saat ini jalak bali secara illegal banyak dimiliki oleh para pejabat dan orang-orang berduit.
Perlindungan dan penangkaran terhadap jalak bali sekarang terus digalakkan. Berbagai program perlindungan dan penangkaran alternatif mulai dicoba. Dari pembinaan kawasan habitat jalak bali yang melibatkan masyarakat hingga pendataan terhadap para pemilik jalak bali untuk keperluan pembiakan dan pelestarian.
Program pelestarian dan penangkaran jalak bali sekarang ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia, tetapi sudah menjadi tanggung jawab seluruh pihak yang concern atas kelestariannya seperti LSM (dalam maupun luar negeri), kelompok-kelompok tertentu, bahkan perorangan.
Perlindungan dan penangkaran jalak bali diatur dalam SK Dirjen No. 07 Tahun 1989. Dalam SK tersebut dijelaskan bahwa penangkaran dapat dilakukan secara perorangan, usaha atau badan hukum. Untuk non komersial ada persyaratan surat tidak keberatan dari desa setempat atau lingkungan setempat.
Pemohon juga harus membuat rencana atau proposal dan berita acara persiapan teknis. Semua persyaratan tersebut selanjutnya akan disampaikan pada Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam di Jakarta kemudian tembusan BKSDA Bali.
Orang yang ingin menangkarkan jalak bali juga harus tahu asal usul induknya. Sedangkan mengenai aturan hukumnya adalah UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA yang salah satu pasalnya menyebutkan, bahwa tiap orang dilarang memiliki, memelihara dan memberdayakan satwa liar yang dilindungi oleh UU baik hidup maupun yang mati. Sanksi yang melanggar denda Rp 100 juta dan kurungan 5 tahun.
Akibat berbelitnya birokrasi dan aturan main untuk bisa memiliki dan menangkarkan si curik Bali ini, dalam suatu sarasehan Jalak Bali di TB-TMII Jakarta tahun 1998 pernah tercetus agar bagi penangkar diberi kemudahan dan ijin yang tidak berbelit-belit. Terlebih bagi perorangan atau lembaga yang memang layak secara teknis atau secara materi. * pw1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s