Jalak Bali Nasibnya Tak Seindah Buluhnya

Standar

Oleh : Prayogi Waluyo
Dimuat tabloid BnR ed 40 (Oktober 2009)

Keberadaan burung Jalak Bali telah menyita perhatian dunia. Penyebabnya apalagi kalau bukan masalah kelestariannya. Burung yang menjadi maskot provinsi Bali ini, telah menjadi cerita tragis yang tersebar ke seluruh penjuru dunia karena hidupnya terancam dari kepunahan sehingga menuntut setiap elemen yang peduli terhadap kelestariannya bertindak melakukan penyelamatan

Jalak bali atau Leucopsar rothschildi merupakan burung endemik Bali. Di Bali, burung dari famili Sturnidae ini penyebarannya meliputi wilayah Bali bagian barat. Jalak Bali merupakan burung yang berukuran sedang. Panjang badannya kurang lebih hanya berukuran 25 cm.
Tubuhnya dilindungi oleh bulu putih bersih dengan sedikit warna hitam pada ujung sayap dan ekor. Sekitar matanya dikelilingi warna biru, tampak kontras dengan warna bulu badannya.
Kepalanya dihiasi oleh jambul yang tersusun atas beberapa helai bulu berwarna kuning muda. Pada jantan, jambul tersebut berukuran lebih panjang sehingga kelihatan lebih menarik. Paruhnya berbentuk runcing dengan warna kuning, dan kaki berwarna keabu-abuan.
Jalak Bali merupakan jenis burung omnivora. Jenis makanannya dapat berupa serangga, cacing, buah bidara laut dan buah kepuh. Bulan September-Maret merupakan masa kawin dari Jalak bali yang ditandai dengan berpasangnya burung jantan dan betina.
Masa bertelur terjadi antara bulan Januari-Maret. Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 2-4 butir. Dari jumlah tersebut biasanya hanya satu butir saja yang menetas. Rendahnya prosentase telur yang menetas tersebut merupakan salah satu penyebab langkanya jalak bali.
Jalak bali jantan biasanya bersifat sangat posesif dan pencemburu terhadap pasangannya. Bahkan tak jarang sang jantan tersebut tega mematuki anaknya hingga tewas jika terlihat sang anak sangat mencuri perhatian induknya.
Di habitat alaminya, jalak bali hidup secara berkelompok. Tiap kelompok terdiri atas 10 ekor. Jalak bali biasa hidup pada lubang-lubang pohon, dengan ketinggian antara 2,5-7 m dari permukaan tanah. Pohon yang menjadi tempat tinggalnya biasanya dari jenis kesambi (Schleicera oleosa) dan laban (Vitex pubescens). Habitat alami jalak bali yang paling luas adalah Taman Nasional Bali Barat.* pw1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s